Berita13, Yogyakarta-Memperingati hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul awal 1437 H, setiap tahunnya digelar upacara Grebeg Maulud yang digelar di Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2015 dan sekaligus sebagai penutup perayaan pasar malam Sekaten. Antusiasme warga sangat terasa dalam perayaan grebek maulud sangat terasa , karna mulai dari pukul 08.00 WIB Alun-alun utara sudah ramai dengan masyarakat yang ingin melihat arak – arakan gunungan yang nantinya akan di perebutkan oleh warga , gunungan tersebut akan di perebutkan di Masjid Gede Kauman.
Prosesi gunungan merupakan rangkaian acara dari perayaan skaten 1949 Jumawal atau 1437 Hijriah ,acara ini merupakan ritual budaya sebagai puncak perayaan sekaten untuk memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Gerebek bersal dari kata gembrebek yang memiliki arti ramai hal itu menandakan pada saat di mulai keadaan ramai, dalam acara gerebek akan di keluarkan gunungan lanang , gunungan wadon, gunungan gepak, gunungan darat dan pawohan.
Gunungan dalam upacara grebeg mempunyai makna filosofi tersendiri yaitu Sri Sultan Hamengkubuono X sebagai raja Ngayogyakarto Hadiningrat memberikan sebagian dari kesejahteraannya kepada rakyat, di dalam gunungan yang akan di arak terdapat rempah kunging yang memiliki atri sebagai penolak bala.
“ Saya baru satu kali ini meliahat acara grebek maulud dan
benar-benar ramai hingga saya tidak bisa melihat arak-arakan dari jarak dekat, walaupun
panas tapi saya melihat warga menikmati acara ini, yang lebih di inginkan lagi
bisa ikut memperebutkan gunungan yang arak ” menurut Leoni salah satu warga
luarkota yang melihat acara Gerebek Maulud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar