Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Sekolah Internet Gratis, Pengejar Kemajuan Teknologi

BERITA13, MOJOKERTO – pengadaan sekolah internet gratis yang diadakan oleh beberapa volunteer serta didirikan sejak 12 november 2101 lalu diminati banyak kalangan.

Kemajuan teknologi yang semakin pesta dan cepat, membuat para volunteer dari mojokerto mengadakan kegiatan sebuah sekolah internet gratis bagi anak anak.
Dengan keterbatasan ilmu technology di sejumlah daerah tepi  khusunya mojokerto, pengadaan sekolah internet gratis ini disambut oleh antusias sejumlah masyarakat.

Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan setiap minggu satu kali ini bertempat secara nomaden.  
“ tujuan diadakannya sekolah internet secara gratis ini merupakan gerakan social non profit bakiti pendidikan bidang teknologi “ ungkap pendiri sekolah internet gratis, ikhsan elkhariry

Dengan langkah langkah untuk memberikan kursus computer dasar gratis, menjadi pendamping anak sebagai generasi penerus untuk mengenal internet secara tepat guna, serta mencoba menfasilitasi minat dan baka anka dibidang technology, imbuhnya.
(Rep : Mayang Essa)

Minggu, 03 Januari 2016

Liburan Sekolah Usai, Pelajar Padati Toko Buku

BERITA 13, YOGYAKARTA - Libur panjang sekolah kali ini yang bersamaan dengan libur natal dan tahun baru memberikan kepuasan liburan bagi para pelajar. Beberapa pelajar, menghabiskan libur panjang untuk berlibur diluar kota maupun dalam kota, melakukan kegiatan untuk mengisi liburan mereka.

Libur panjang yang akan selesai kali ini di manfaatkan oleh pelajar di Yogyakarta untuk menyiapkan keperluan hari pertama bersekolah.

Toko buku merah, salah satu toko buku yang terkenal di Yogyakarta mulai di padati pelajar untuk menyiapkan berbagai kebutuhan bersekolah. Perlengkapan sekolah yang komplit ini memudahkan para pelajar untuk berbelanja sesuai kebutuhan sekolahnya.


“H-1, kegiatan sekolah berlangsung  di toko saat ini sudah mulai ramai dengan pengunjung kebanyakan para pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar“ ujar salah satu pegawai toko  merah.

(Rep : Riva Listya)

Senin, 28 Desember 2015

Penuntasan Tuna Aksara Kota Pelajar Lebih Cepat dari Target

BERITA 13, YOGYAKARTA - Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar masih memfokuskan untuk menuntaskan penyandang buta aksara di DIY yang tersebar di setiap daerah dan optimis dapat tuntas di akhir tahun 2015 ini. Dari 29.064 jiwa penyandang buta aksara 23.022 diantaranya adalah kaum perempuan.

Kepala Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dindikpora DIY, Dra. Mulyati Yunipraptiwi, M.Si, mengatakan perkembangan dalam menuntaskan penyandang buta aksara ini cukup tinggi dan adanya percepatan untuk mewujudkan melek aksara.

“Data BPS penyandang buta aksara DIY mencapai sekitar 29.000 jiwa di dominasi oleh kaum perempuan. Tahun 2010 penderita buta akasara ada 283.600-an jiwa, hingga 5 tahun setelahnya Pemda DIY bekerja sama dengan Dindikpora DIY telah menuntaskan sekitar 20.000 jiwa penyandang buta aksara. Tahun 2014 target sudah mencapai 94,4% atau berkurang 47.776 jiwa padahal target kami tahun 2017 sudah tuntas tetapi di tahun 2015 ini sudah hampir mencapai target. Kami optimistis tahun ini DIY sudah bebas dari tuna aksara, meski pemerintah pusat baru menargetkan bebas secara nasional pada 2017” Ujarnya.

Mulyati juga menjelaskan bahwa penyandang buta aksara tingkat pertama terbanyak berada di Gunung Kidul yang mencapai sekitar 11.479 jiwa, disusul oleh Bantul sebanyak 8.335 jiwa, Sleman 5.780 jiwa, Kulon Progo 2.660 dan paling sedikit berada di Kota Yogyakarta sejumlah 810 jiwa. Hal ini juga disebabkan karena sarana dan prasarana yang kurang memadai dan belum merata.

Penurunan yang cepat tersebut disebabkan adanya program percepatan penuntasan buta aksara yang rutin dilakukan oleh Dindikpora DIY. Program yang digulirkan antara lain penyiapan petugas khusus dalam pendataan angka buta aksara serta pelatihan oleh relawan yang mau mengajarkan membaca, berhitung dan, menulis hingga ke tingkat bawah.

“Kami mengintensifkan program pendidikan keaksaraan dasar (PKD) yang ada di setiap Kabupaten. Dalam PKD kami tetap menekankan pengajaran mengenai calistung (membaca, menulis, berhitung)” Tambahnya.

Pemberantasan buta aksara sangat penting, mengingat mereka yang masih mengalami buta aksara akan kesulitan dalam mengakses informasi yang terkait dengan pribadinya, dan secara tidak langsung juga dapat menghambat kesejahteraan mereka.

(Rep : Cahya Wening A.)

Rabu, 23 Desember 2015

Keistimewaan Pendidikan DIY Memprihatinkan



Berita13, Yogyakarta - Watak dan karakter bangsa terlihat dari penggunaan dan pengembangan bahasa yang dipakai dan dimiliki. Namun yang terjadi sekarang, bahasa ibu justru diasingkan dan ditenggelamkan. Demikian juga bahasa asing yang hanya sarana untuk berkomunikasi dan mencari informasi mendapatkan perhatian yang luar biasa. Konsultan pendidikan yayasan satu nama, Prasena Nawak Santi, atau kerap dipanggil Ana, menuturkan pendidikan semestinya tak hanya berwawasan nasional dan kebangsaan, namun juga berbasis budaya lokal.

Senin, 21 Desember 2015

Gedung Layanan Perpustakaan Diluncurkan



Berita13, Yogyakarta - Gedung Layanan Perpustakaan, Grha Tama Pustaka resmi diluncurkan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bertempat di Banguntapan Bantul bersebelahan dengan gedung Jogja Expo Center (JEC), bangunan Grha Tama Pustaka berdiri diatas tanah seluas 2,4 hektar terdiri dari empat sirip ketika dilihat dari atas seperti baling-baling yang berputar yang menggambarkan dinamisasi manusia mencapai kemakmuran hidup, yang dilambangkan empat pilar yakni, prakoso, agung, mulung dan wangi. Pembangunan gedung ini merupakan salah satu perhatian pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mendorong kualitas pembangunan SDM. 

Grha Tama Pustaka ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, meliputi ruang baca, ruang bermain anak, ruang mendongeng, ruang seminar dan diskusi, ruang audio visual, ruang auditorium, gazebo, amplitheater, bioskop 6D, dan cafĂ© shop. Sedang koleksi buku meliputi koleksi langka, koleksi Braille, umum, referensi, digital, e-book, jurnal, koleksi langka yang sudah didigitalkan. 

Konsep layanan perpustakaan disajikan dengan mengakomodir RFID (Radio Frequency Identification) yang memungkinkan pengunjung perpustakaan melakukan transaksi peminjaman serta pengembalian buku secara mandiri. Ruang outdoor dirancang dalam bentuk gazebo, dilengkapi dengan sumber daya listrik dan free wifi, hal ini menjadi nilai tambah dan daya tarik tersendiri bagi pemustaka. Jadi, jangan lupa kunjungi, dan jadi tahu dunia. - Mufida Kuncoyo

Kamis, 19 November 2015

Polda DIY Evaluasi Kinerja Jajaran Melalui Uji Sosiometri



SLEMAN - Sebagai bagian dari evaluasi kinerja terhadap para jajarannya, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) melakukan uji Sosiometri di Gedung Serbaguna Polda DIY pada Jum'at (13/11).

Kabid Propam Polda DIY, Eka Wahyudianta mengungkapkan, ujian ini adalah bentuk keinginan Polri, untuk dapat menguji kinerja anggota kepolisian dari berbagai satker (satuan kerja, red) dalam rangka reformasi birokrasi di tubuh kepolisian. "Kami ingin tahu sejauh mana kinerja mereka, untuk dapat mengukur tingkat loyalitas, dedikasi, kerjasama antar-anggota, nanti di situ akan ketahuan," ucap Eka, Jum'at (13/11).

Lebih lanjut Eka menyatakan, kegiatan ini adalah yang pertama kali dilaksanakan Polda DIY dalam hal mengevaluasi para jajarannya. "Kegiatan ini juga memiliki fungsi untuk memberikan masukan terhadap satker, dalam rangka pembagian kerja, dan profesionalisme di lapangan dalam melayani masyarakat," kata Eka.

Menurut Eka, saat ini terdapat total 35 pengaduan masyarakat yang telah ditindaklanjuti oleh kepolisian, 87 pelanggaran yang melibatkan anggota Polri, 80 terkait kode etik, dan 24 perkara terkait tindak pidana. "Oleh karena itu ujian ini penting untuk mengetahui sejauh mana kepribadian mereka, agar angka-angka tersebut bisa diperkecil," tambahnya.

Sementara uji sosiometri ini diikuti total 10.064 anggota Polda DIY dari berbagai Satker, yang dibagi beberapa sesi dalam beberapa hari.

(Azka Qintori)