Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Januari 2016

Tahun baru usai, harga tetap



BERITA13, CILACAP. -  Tepat satu minggu tahun 2016 lewat, namun harga kebutuhan masih belum menurun. Bukan hanya harga cabai serta ayam yang masih tinggi, namun harga bawang merah dan juga bawang putih pun masih terbilang tinggi. Dari harga sebelumnya bekisar di Rp.28.000 untuk bawang merah,dan Rp26.000 untuk bawang putih, dan saat ini harga bawang merah Rp32.000 dan Rp28.000 untuk bawang putih. Hal ini dirasa memberatkan bagi masyarakat karena kenaikan harga kebutuhan yang relatif lama.
“Ya berat, soalnya kalo bawang itu termasuk yang pokok gitu kalo masak pasti juga pakai bawang jadi kalo harga terus naik ya susah juga” kata ibu Siti.
Bukan hanya harga bawang merah dan bawang putih yang cukup memberatkan, namun harga ayam potong pun belum menurun semenjak akhir desember lalu. Harga ayam potong sebelum natal dan tahun baru bekisar antara Rp34.000 hingga Rp37.000 per Kg dari sebelumnya Rp28.000 dan hingga saat ini harga masih menyentuh angka Rp30.000 per kg.
Dan harga-harga tersebut sangat dirasakan bagi para pedagang nasi rames atau warteg. Karena kenaikan harga tersebut maka keuntungan yang didapat semakin menipis.
“Susah kalo harganya naik terus, sekarang apa-apa aja mahal. Ya harga elpiji emang turun tapi harga kebutuhan yang lainnya masih sama aja tinggi ya susah. Kita kan usaha makan ini butuhnya macem-macem.”
Banyak masayarakat yang mengharapkan bahwa harga-harga kebutuhan yang selama ini melonjak dapat kembali normal seperti sebelumnya atau paling tidak harga-harga tersebut menurun kembali.

(Rep : Novita Ayuningtyas)

Café di Jogja Hadirkan Latte Art



BERITA13, YOGYAKARTA - Banyak kafe di Yogyakarta menghadirkan konsep unik untuk menarik pembeli. Lagani adalah salah satu coffe shop yang menghadirkan latte art sebagai daya tarik. Berangkat dari kecintaan terhadap kopi, café ini menyediakan berbagai jenis kopi yang akan memuaskan lidah para pecinta kopi. Hingga kini Lagani memiliki 3 cabang yang berada di Jalan Prawirotaman dan dua café lainnya ada di Jalan Cendrawasih.
Latte Art adalah salah satu seni menggambar yang menggunakan kopi sebagai medianya. Untuk menggambar di atas kopi biasanya para barista di Lagani menggunakan foam yang tebuat dari susu. Selain menggambar di atas kopi ada juga latte art yang berbentuk 3D. Jenis kopi dengan tambahan latte art ini sangat diminati, apalagi oleh kalangan perempuan, karena selain bentuknya yang lucu rasa kopi yang disajikan juga beragam. Dan menggunakan latte art para barista dapat menggambar berbagai objek. “semua objek bisa digambar menggunakan latte art, tapi yang paling susah itu gambar realis seperti wajah orang itu” cerita Dony Irwansyah, salah satu barista di cafĂ© tersebut. Beberapa barista di cafĂ© ini bahkan memperoleh beberapa prestasi di barista competition.
Selain kopi, cafĂ© ini juga menyediakan minuman lain seperti teh dan juga coklat. Harga untuk segelas kopi dibandrol dari harga Rp. 13.000 sampai Rp. 25.000. Kenikmatan kopi dan uniknya latte art ini dapat dinikmati setiap hari karena cafĂ© ini buka setiap hari dari jam 09.00 – 23.00 W.I.B. dan selain bisa menikmati kopi dengan banyak varian rasa, cafĂ© ini juga menghadirkan tema cozy yang akan membuat pengunjungnya betah.
(Rep : Jasmine Salwaa)

Rabu, 06 Januari 2016

Liburan Usai Harga Kebutuhan Pokok Turun



BERITA13, YOGYAKARTA. Harga beberapa kebutuhan pokok di Pasar Kranggan mengalami penurunan harga. Harga buncis bahkan mengalami penurunan lebih dari 50 %. Harga buncis saat bulan desember Rp. 12.000 namun sekarang hanya berkisar di harga Rp. 5000 per kilonya. Selain itu cabai yang sebelumnya dijual Rp. 40.000 kini menjadi Rp. 25.000 selain itu ada beberapa sayuran yang mengalami penurunan harga seperti timun, wortel, sawi, dan sayuran lainnya. Untuk harga besar masih stabil. Namun untuk komoditas seperti bawang merah mengalami kenaikan harga dikarenakan memasuki musim hujan sehingga stok barang terbatas.
Penurunan harga ini disebabkan musim liburan yang telah usai. “karena liburan selesai jadi permintaan dari warung makan berkurang. Makannya banyak harga yang turun drastis.” Ungkap Darmayati (52) salah satu pedagang sayur di Pasar Kranggan. Ia mengungkapkan turunnya harga BBM tak berpengaruh terhadap harga di pasar. Namun yang mempengaruhi justru musim liburan yang telah berakhir.
(Rep : Jasmine Salwaa)

Minggu, 03 Januari 2016

Harga Sembako tak Ikut Turun

BERITA13, KRIAN - Bergantinya tahun yang diikuti menurunya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) tak membuat harga kebutuhan pokok ikut menurun. 
 
Setelah turunnya harga BBM pada tanggal 1 Januari lalu, harga bahan pokok khusunya sembako mengalami kenaikan pada tanggal 3 Januari rata-rata sebesar Rp.500 yang bermula dari harga Rp.10.000 naik menjadi Rp.10.500.
 
Kemudian diikuti oleh bumbu bumbu dapur seperti bawang merah yang harganya Rp. 16.000 perkilo nya menjadi Rp.20.000 perkilonya, bawang putih serta jahe yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp.6000. 

"Kenaikan harga bahan pokok memang naik pada bulan bulan tertentu, mulai dari hari natal kemarin sampai tahun baru ini mengalami kenaikan lagi " ungkap Warsina salah satu pedagang. 
pada Harga cabai rawit sendiri tergantung dari pemasokan, saat musim hujan tersendat maka meroketlah harga cabai.

(Rep : Mayang Essa)

Rabu, 30 Desember 2015

Menjelang Tahun Baru, The Pikas Dilirik Wisatawan



BERITA13, BANJARNEGARA. Menjelang tahun baru beberapa tempat wisata mulai dilirik wisatawan. Salah satunya The Pikas Adventure Resort. Tempat ini berjarak 153 km dari Yogyakarta atau 95 km dari Borobudur. Tepatnya di Jalan Raya Madukara nomor 1, Desa Kutayasa, Banjarnegara. 

Memasuki libur panjang dan tahun baru tempat ini mengalami peningkatan jumlah wisatawan sejak seminggu ini. Wisatawan yang berkunjung meliputi lokal hingga luar kota.

“Untuk peningkatan kunjungan wisatawan The Pikas ini meningkat drastis dikarenakan libur panjang, peningkatan hingga 200%” tutur Direkur The Pikas Adventure Resort, Fajar. (28/12/2015)

Permainan yang disediakan oleh The Pikas meliputi arung jeram, outbond, paintball, serta jeep tour. Selain itu tempat ini juga menyediakan camping dan paket river camp and gathering dengan harga mulai dari Rp 185.000 hingga Rp 385.000.
Menjelang tahun baru The Pikas telah mempersiapkan segala hal.

“Kita udah persiapan, terutama sumber daya manusia dan persiapan fasilitas disini. Persiapan meliputi menambah tim guide di sungai, kemudian fasilitas untuk makan dan fasilitas untuk ruang pertemuan” tambah Fajar. (28/12/2015)

(Rep : Martina Fajariani)

Selasa, 29 Desember 2015

Berkah Akhir Tahun Dagadu Djokdja

BERITA 13, YOGYAKARTA. Dagadu Djokdja merupakan salah satu ikon cinderamata khas Yogyakarta yang banyak diminati oleh wisatawan, hadir memberikan program desemBERKAH ( desemBER Kebak hadiAH) menjelang pergantian tahun.

Program desemBERKAH  berlangsung pada 26 - 31 Desember 2015 dengan berbelanja minimal 500 ribu rupiah dagaduners mendapatkan 1 kaos oblong desain khusus, dan belanja minimal 1 juta para dagaduners mendapatkan bonus 1 oblong desain khusus dan satu tas laptop .

Salah satu gardep 054 dagadu Malioboro Mall, Anshori mengatakan dengan adanya program desemBERKAH pembelian kaos dagadu saat akhir tahun ini laris manis terlihat dari banyaknya peminat pembeli, karena salah satu keunikan tulisan dan grafis yang di plesetkan  berkaitan dengan  budaya dan keunikan Yogyakarta.


" Sudah berjalan 4 hari, makin hari makin banyak yang beli . Gerai di sini juga mencapai target penjualan yang ditentukan oleh pusat. " tegasnya.

Kaos dagadu yang bisa didapatkan dagaduners dengan harga satuan 85 ribu rupiah ini dapat menikmati program berkah  berlaku di semua gerai PT Aseli Dagadu Djokdja : Posyandu (Pos Layanan Dagadu), Malioboro Mall, Lower ground (Depan Gramedia), Posyandu 2 dan 3, Jl Gedongkuning Selatan No. 128, Yogyakarta, Jl Pekapalan No.7, Alun-alun utara (Sebelah Jogja Gallery), Dan Yogyatourium.
 
(Rep : Talitha Mustika)

Senin, 28 Desember 2015

Pedagang Terompet Musiman Meraup Untung Menjelang Tahun Baru


BERITA13, YOGYAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru 2016 yang tinggal empat hari lagi, keramaian di Kota Yogyakarta sudah mulai terlihat. Kemacetan di sejumlah titik ruas jalan sudah tidak terhindarkan. Hal ini di manfaatkan oleh sebagian pedagang kaki lima. Salah satunya adalah pedagang terompet musiman  yang sudah mulai berjualan di beberapa titik keramaian seperti Tugu, dan Malioboro.
Salah satu pedagang terompet musiman, Karno sudah berjualan terompet musiman selama 20 tahun, ia mengaku bahwa penghasilan yang di dapatkannya lumayan tinggi ketika berjualan terompet menjelang Tahun Baru.
“Saya sudah 20 tahun berjualan terompet musiman, kalau sebelum Tahun Baru saya bukan penjual terompet seperti sekarang, tapi berjualan sebagai pedagang mainan di sekolah-sekolah, namun sekarang kan musim tahun baru jadi saya beraalih profesi sebagai pedagang terompet.” (27/12/2015)
Pedagang terompet mengaku, jumlah pembeli sudah mulai naik dari hari-hari sebelumnya meskipun demikian, harga yang dipatok oleh pedagang tidak naik atau tetap sama dari hari biasanya. kisaran harga terompet yakni RP.15.000. Banyaknya wisatawan yang datang dari luar daerah kota Yogyakarta, membuat pedagang terompet kebanjiran pembeli. (27/12/2015). - Suci RP


Minggu, 27 Desember 2015

FASILITAS MEMBATIK KURANG,BATIK TULIS GIRILOYO BELUM SIAP HADAPI MEA



BERITA13, BANTUL. Masyarakat Ekonomi Asia telah menjamur di Indonesia. Produk negara asing sudah merambah dan bersaing dengan produk lokal. Batik merupakan produk lokal Daerah Istimewa Yogyakarta.
Desa Giriloyo, Imogiri, Bantul terkenal dengan sentra batik tulis. Ciri khas dari batik tulis di Desa Giriloyo yaitu proses manual atau memola kain batik dan proses pewarnaannya menggunakan bahan alami. Sentra Batik Tulis yang tetap mempertahankan batik tulis tradisional adalah Sentra Batik Tulis Sri Kuncoro.
Sentra Batik Tulis Sri Kuncoro salah satu Industri Kecil Menengah yang belum siap menghadapi MEA 2015. Pembatik dan pemilik sentra batik tulis, Imaroh mengaku, pengerajin kecil seperti para pembatik di desa giriloyo masih membutuhkan fasilitas untuk menghasilkan batik tulis. Kurangnya peralatan dan pemenuhan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengenalkan batik masih sulit dijangkau.
“Kalau ekspor, pengerajin kecil kayak kita ya belum tahu, menuju ekspor ya belum, masih jauh. Kita ekspor, surat ijin masih susah, kalo meuju ekspor sulit juga. Misal satu kontener aja masih satu dusun ngumpulin satu bulan gak bisa satu kontener. Jadi kalo ekspornya agak susah. Makanya buat ekspotir-ekspotir besar atau pabrik-pabrik kecil,  toko batik yang besar sangat membantu, kalo pengerajin kecil kayak kita ya itu sebenarnya MEA  itu sangat-sangat, menurut saya meresahkan, ya belum siap”, jelasnya.
“Apalagi kita sebagai pengerajin kecil yang kayak gini, kalau gak ada bantuan, kalau gak ada yang menjembatani, kalau sampai ke pasar bebas maksudnya itu, mengurus MEA kayak gitu ya susah”, lanjut Imaroh yang ditemui di workshop (Sabtu, 28/11/ 2015).
Target pemasaran kedepannya, pembatik bertahan dengan motif batik klasik yang tidak ada di daerah-daerah lain.“Jadi tetep melestarikan motif klasik itu terus ya memang persaingan sangat luas ya, sangat bebas, persaingan di MEA itu, ya mau tidak mau, siap tidak siap ya kita harus terima, iya itu aja kita bertahan di motif klasik yang ada di kraton Yogjakarta dan kita juga meningkatkan kualitas baik di pembatikan maupun pewarnaan.”
(Rep : Herlina Noor)