Rabu, 23 Desember 2015

Kota Batik Dunia Siap Hadapi MEA

Roni Guritno, Sekretaris Dekranas
Berita13, Yogyakarta - Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Perekonomian nasional akan bersaing dengan para pelaku usaha maupun industri di wilayah ASEAN. Dimana nantinya, banyak pebisnis yang masuk ke Indonesia, begitu juga sebaliknya. 

Namun, hal ini bukan hal yang harus ditakuti menurut Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional DIY, Roni Guritno, batik siap menghadapi MEA, karena dengan adanya batik tulis dengan sentuhan tangan tidak akan kalah dengan produk luar.


"Siap gak siap harus siap dari pihak kita. Selama batik di Jogja pada khususnya masih handmade, masih pembuatan tangan pengrajin dengan proses yang panjang dan alami."

Menurut Roni, Batik di Jogja bukan hanya sekadar kain saja, melainkan budaya tempat citra,kebudayaan dan reputasinya harus sangat dijaga. Dapat dilihat selama ini masih mampu bersaing di pasar regional. Seperti khususnya produk lokal yang memiliki ciri khas budaya setempat.

Dengan itu, pihaknya  menghimbau kepada pengrajin batik menengah sampai besar,  harus tetap kreatif dan inovatif agar produksi yang dihasilkan tetap dapat menonjol. - Talitha Mustika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar