Minggu, 22 November 2015

Problema Lokasi Baru PKL Sardjito

Relokasi pedagang kaki lima di depan RSUP Sardjito sudah dilaksanakan. Namun, problema baru muncul di tempat relokasi para PKL ini.
“ Kalau dari fasilitas masih kurang. Kalau ini masalah atap, masalah kursi sama meja juga kurang, maunya sih ada semacam roliingdoor, supaya kita juga gak was – was dagangan dicuri orang. Kalau dari air, kalau mau model otomatisbelum bisa karena mungkin faktor musim juga debit airnya lagi kurang ”, kata Ketua Paguyuban Pedagang Sardjito, Didik.
Meskipun relokasi ini berlangsung dengan damai, bukan berarti pekerjaan rumah pemerintah telah selesai. Masih banyak pembenahan yang harus terus dilakukan demi menjaga kenyamanan konsumen dan pedagang.
Didik menambahkan, penambahan fasilitas sangat diharapkan karena musim hujan yang telah tiba. Sehingga kekhawatiran kehilangan pelanggan karena kehujanan dapat diatasi.
Nurjanah, pengunjung kuliner Sardjito mengatakan, “Sebenarnya sih lebih nyaman yak arena dipusatkan disini. Jadi gak was – was soal makanannya gak higienis kaya pas di pinggir jalan, cuma mungkin dari segi tempat butuh dibagusin lagi”.
Tri Endah Yintani, Kepala Dinas Pasar Sleman mengungkapkan proses relokasi yang panjang sejak tahun 2005.
“Penataan PKL sebenarnya sudah kami lakukan dari tahun 2005. Namun karena akses lokasi yang kurang memadai, akhirnya banyak PKL yang kembali ke jalanan, dan akhirnya los yang ada hanya dijadikan gudang bahkan rumah tinggal untuk para pedagang ini.Kemauan pedagang untuk pindah ini juga karena ada perjanjian antara PKL dengan pihak kami, jika ada yang kembali ke jalan maka bisa kami putus kontrak jadi dia gak bisa berdagang di sekitar Sardjito lagi. Kami juga membantu para pedagang ini lewat promosi ke masyarakat, kami letakkan pamphlet di beberapa titik jalan sekitar Sardjito supaya masyarakat tau dimana lokasinya, dan datang ke pusat kuliner Sardjito”.
Tri Endah Yintani juga menjelaskan, pembangunan pusat kuliner Sardjito akan terus dilanjutkan, segala fasilitas yang ada di Pusat Kuliner Sardjito masih akan dibenahi. Terutama tempat yang belum ditutupi atap, dan fasilitas lain seperti meja dan kursi Diskusi secara berkala masih dilakukandengan perwakilan pedagang mengenai pemenuhan segala fasilitas yang dibutuhkan.

Pembenahan harus segera dilakukan pemerintah jika tidak ingin pedagang kembali ke jalan.
(Agni Kiasatina/HMM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar