Relokasi
pedagang kaki lima di depan RSUP Sardjito sudah dilaksanakan. Namun, problema
baru muncul di tempat relokasi para PKL ini.
“
Kalau dari fasilitas masih kurang. Kalau ini masalah atap, masalah kursi sama
meja juga kurang, maunya sih ada semacam roliingdoor, supaya kita juga gak was
– was dagangan dicuri orang. Kalau dari air, kalau mau model otomatisbelum bisa
karena mungkin faktor musim juga debit airnya lagi kurang ”, kata Ketua
Paguyuban Pedagang Sardjito, Didik.
Meskipun
relokasi ini berlangsung dengan damai, bukan berarti pekerjaan rumah pemerintah
telah selesai. Masih banyak pembenahan yang harus terus dilakukan demi menjaga
kenyamanan konsumen dan pedagang.
Didik
menambahkan, penambahan fasilitas sangat diharapkan karena musim hujan yang
telah tiba. Sehingga kekhawatiran kehilangan pelanggan karena kehujanan dapat
diatasi.
Nurjanah,
pengunjung kuliner Sardjito mengatakan, “Sebenarnya sih lebih nyaman yak arena
dipusatkan disini. Jadi gak was – was soal makanannya gak higienis kaya pas di
pinggir jalan, cuma mungkin dari segi tempat butuh dibagusin lagi”.
Tri
Endah Yintani, Kepala Dinas Pasar Sleman mengungkapkan proses relokasi yang
panjang sejak tahun 2005.
“Penataan
PKL sebenarnya sudah kami lakukan dari tahun 2005. Namun karena akses lokasi
yang kurang memadai, akhirnya banyak PKL yang kembali ke jalanan, dan akhirnya
los yang ada hanya dijadikan gudang bahkan rumah tinggal untuk para pedagang
ini.Kemauan pedagang untuk pindah ini juga karena ada perjanjian antara PKL
dengan pihak kami, jika ada yang kembali ke jalan maka bisa kami putus kontrak jadi
dia gak bisa berdagang di sekitar Sardjito lagi. Kami juga membantu para
pedagang ini lewat promosi ke masyarakat, kami letakkan pamphlet di beberapa
titik jalan sekitar Sardjito supaya masyarakat tau dimana lokasinya, dan datang
ke pusat kuliner Sardjito”.
Tri
Endah Yintani juga menjelaskan, pembangunan pusat kuliner Sardjito akan terus
dilanjutkan, segala fasilitas yang ada di Pusat Kuliner Sardjito masih akan
dibenahi. Terutama tempat yang belum ditutupi atap, dan fasilitas lain seperti
meja dan kursi Diskusi secara berkala masih dilakukandengan perwakilan pedagang
mengenai pemenuhan segala fasilitas yang dibutuhkan.
Pembenahan
harus segera dilakukan pemerintah jika tidak ingin pedagang kembali ke jalan.
(Agni Kiasatina/HMM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar