Kamis, 19 November 2015

KPA Kota Yogyakarta Raih Penghargaan KPA Terbaik Se-Jawa Tahun 2015

YOGYAKARTA - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Yogyakarta dinobatkan sebagai yang terbaik dalam penghargaan yang diberikan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dalam pertemuan Nasional (Pernas) AIDS 5 di Makassar beberapa waktu lalu.Melalui Sekretaris-nya, Drs. F. Kaswanto, KPA Kota Jogja mengungkapkan rasa terima kasihnya, atas penghargaan yang telah diberikan kepada mereka.

"Kami diberitahu dapat penghargaan oleh KPAN sebagai KPA kota/kabupaten terbaik se-Jawa," seru Kaswanto dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Kawasan Balaikota, Senin (9/11).

Berdasarkan penilaian KPAN, KPA kota Jogja berhak atas penghargaan ini, setelah memenuhi beberapa kriteria selama kurun 2014-15. Diantaranya bidang kelembagaan, dimana KPA Kota Jogja memiliki logistik yang terlengkap di DIY, lalu kriteria berikutnya adalah program kerja, dimana KPA Kota Jogja mempunyai program unggulan yaitu pembentukan warga peduli AIDS di tiap kelurahan di kota Yogyakarta, yang tahun ini sudah mencapai 25 kelurahan dari total 45 kelurahan yang ada di kota Yogyakarta.

Sementara kriteria yang terakhir adalah dari segi administrasi. "KPA Kota Jogja setiap bulannya melaporkan penggunaan anggaran secara tepat waktu dan tertib. Kami selalu diperiksa keuangan dan logistik yang ada," tambah Kaswanto.Meskipun berhasil meraih penghargaan, KPA Kota Jogja tak lupa mengingatkan bahaya HIV-AIDS yang semakin massif di lingkungan masyarakat.

Menurut penuturan Kaswanto, jumlah kasus penderita HIV-AIDS selalu meningkat sejak tahun 2012."Sampai bulan Maret 2015, jumlah kasus yang kami catat masih di angka 831 kasus, akumulatif sejak tahun 2004, dengan rincian kasus HIV 580 dan AIDS 251," tuturnya.Atas penghargaan ini, Kaswanto pun berharap, agar KPA Kota Jogja bisa semakin maju dalam menanggulangi permasalahan HIV-AIDS di Indonesia, khususnya kota Yogyakarta. "Dengan penghargaan ini, kami harap dapat semakin maju dan selalu meningkatkan kontribusi positif, dalam upaya penanggulan AIDS di Indonesia," tutupnya.
(Azka Qintori)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar