Jumat, 20 November 2015
Go-Jek Jadi Pilihan Nafkah Tukang Ojek Konvensional
YOGYAKARTA - Kehadiran ojek online (Go-Jek) di DIY mulai diminati masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin mengubah nasib dengan menjadi driver (pengemudi) Go-Jek.
Seperti yang diungkapkan salah satu driver Go-Jek, Tri Anto. Ia menuturkan ingin menjadi menjadi driver Go-Jek, setelah mendengar saran dan masukan dari teman-temannya sesama tukang ojek. "Saya tertarik gabung (dengan Go-Jek), karena saya mendapat banyak dukungan dari kawan-kawan saya, mereka yang bilang ke saya supaya bisa mengubah nasib di tempat ini. Kebetulan teman saya juga ada yang sudah kerja di sini," kata Anto, sapaannya, saat ditemui di kantor Go-Jek Yogyakarta di Jalan Tentara Zeni Pelajar, Pingit, Selasa (17/11/2015).
Anto menjelaskan, ia mendaftar sebagai pengemudi Go-Jek sekitar seminggu yang lalu, saat temannya memberitahu ada lowongan driver Go-Jek di Yogyakarta, bersamaan dengan kemunculan bisnis angkutan umum berbasis online ini pada Senin (16/11) lalu.
"Begitu ada tawaran itu, saya langsung coba. Bagi saya ini adalah sesuatu yang baik, saya akan lihat dulu perkembangannya selama satu bulan seperti apa," ujar Anto yakin.
Dalam sistemnya, para pengemudi Go-Jek senantiasa menggunakan aplikasi android yang terdapat dalam ponsel, untuk mendapat panggilan dari calon penumpang. Panggilan pun akan masuk ke sistem yang ada di kantor pusat, dan akan disebar kepada para pengemudi Go-Jek yang terdekat dengan lokasi jemputan penumpang. "Jadi hape-nya harus selalu standby, gak bisa dilepas sedikitpun. Karena tahu-tahu panggilan bisa datang kapan saja," tambah Anto.
Sementara ini, kata Anto, tarif yang dikenakan bagi penumpang adalah 10 ribu rupiah per kilometer. Ini merupakan harga promo yang ditetapkan perusahaan selama beberapa minggu pada awal pembukaan. Namun ketika memasuki masa normal, tarif yang dikenakan sebesar tiga ribu rupiah per kilometer. "Itu nanti akan ada tambahan-tambahannya, terlebih saat masa promo," kata Anto.
Kantor Go-Jek di Yogyakarta pada pagi tadi masih diserbu beberapa orang yang ingin melamar menjadi driver Go-Jek. Kedatangan Anto sendiri adalah untuk menanyakan beberapa hal yang ia rasa masih mengganjal saat sudah "beralih profesi" menjadi driver Go-Jek. Sebelum menjadi pengemudi Go-Jek, ia sebelumnya juga pernah menjadi pengemudi ojek konvensional.
(Azka Qintori)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar