Rabu, 09 Desember 2015

Sri Purnomo Yakin Peroleh Suara 75%



Salah satu pasangan calon Bupati Sleman nomor 2 yaitu Sri Purnomo sudah menyalurkan hak pilihnya di TPS 24 yang bertempat di RT 04/ RW 33 Jaban, Tridadi, Sleman pada Minggu (9/12/15).  Ia ditemani istri dan tiga anaknya berjalan kaki dari kediamannya yang tidak jauh dari TPS. Kedatangannya disambut baik oleh warga dan langsung dikerumuni oleh media.
Saat ditanyai tentang peroleh suara, Sri Purnomo mengaku yakin mendapatkan perolehan suara sebesar 70%. “Insyallah bisa lebih dari 70 %, hal ini didasari survei yang telah dilakukan di beberapa tempat mengenai perolehan suara di beberapa tempat,” ujar Sri Purnomo. Ia juga menambahkan bahwa kemenangan itu nantinya untuk membangun Kabupaten Sleman.

Sebelum meninggalkan TPS ia juga menyampaikan imbauan kepada pendukungnya untuk tetap tertib. Ia juga berharap agar perhitungan suara juga dapat berjalan lancar dan apapun hasilnya nanti dapat merangkul semua pihak untuk menuju masa depan yang lebih baik. – (Jasmine Salwaa)

Sri Purnomo dan Keluarga Nyoblos



Pukul 10 pagi tadi Sri Purnomo beserta keluarga mendatangi TPS 24 jaban kab.sleman untuk melakukan pelihan beliau datang berasama dengan istri dan ketiga anaknya beserta menantunya mengunakan pakain putih . Sri Purnomo merupakan calon bupati sleman nomor urut satu setelah ia keluar adri tps Sri Purnomo berharap “ semua perhitungan lancar dan tertib, insyaaallah yakin menang kalo bisa, kemenangan ini juga merupakan kemenangan kabupaten sleman sama- sama membangun 5 tahun kedepan, himbawan untuk pendukung  agar tertib bersama membangun sleman” . polisi juga terlihat berja untuk mengamankan jalannya pemilihan kepala daerah di TPS 24 . Setelah selesai melakukan hak pilihnya Keluarga Calon bupati nomor urut 2 Sri Purnomo langsung kembali kekediamannya .  (Zean)

Sabtu, 05 Desember 2015

Polri Segera Rilis Layanan SIM Online

SLEMAN – Pihak kepolisian akan segera meluncurkan layanan SIM Online menggunakan Bus keliling (selanjutnya disebut Simling) pada Minggu, 6 Desember mendatang, serentak di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah DIY sendiri, peluncuran SIM Online atau Simling yang kali ini mengambil tema “Sehari Bersama Polisi Lalu Lintas”, akan dipusatkan di sepanjang Jalan Margo Utomo, atau sekitar simpang Tugu Yogyakarta.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, AKBP Tulus Ikhlas menyatakan, peresmian SIM Online ini nantinya akan mengikuti seremonial yang juga dilaksanakan di Jakarta. “Nanti presiden juga ikut meresmikan di Jakarta, kita di sini tinggal mengikuti saja,” ujar Tulus saat mengadakan jumpa pers jelang peluncuran SIM Online di lobby Polda DIY, Jum’at (4/12/2015).

Dalam acara minggu nanti, lanjut Tulus, akan ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan pihak Kepolisian. “Yang pasti utamanya terkait pelayanan, lalu ada car free day, senam massal dengan masyarakat, juga lomba safety riding, dan masih banyak lagi,” tambah Tulus.

Layanan SIM Online ini sendiri, kata Tulus, sementara ini hanya bisa melayani masyarakat yang ingin memperpanjang masa aktif SIM-nya, baik SIM A maupun SIM C.

“Data-data yang tercantum dalam SIM Online ini semuanya sudah terintegrasi dengan dukcapil (pendudukan dan catatan sipil, red), terhubung dgn E-KTP, ini juga supaya tidak dobel-dobel. Sudah terhubung juga dengan data kecelakaan, pelanggaran, dan semacamnya yang semuanya ada di Korlantas,” tegasnya.

Dengan adanya acara peluncuran SIM Online ini, jajaran kepolisian pun akan melakukan beberapa pengalihan arus di beberapa titik. Diantaranya di Jl. AM Sangaji, Jl. Gowongan Lor, Jl. Jenderal Sudirman, dan Jl. Pangeran Diponegoro. Seluruh akses jalan nantinya akan diarahkan ke pusat kota yakni di kawasan Malioboro.

Acara peluncuran ini akan berlangsung mulai pagi hari dan berakhir pada pkl 17.00 WIB. Sesuai tema, selama hari itu polisi siap melayani masyarakat untuk dapat melakukan perpanjangan SIM secara lebih mudah dan efisien.

Azka Qintori

PMPS 1437 H Resmi Dibuka

JOGJA - Event tahunan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun 2015 masehi, 1437 hijriyah, dan 1949 ehe, akhirnya diresmikan pada Jum'at (4/12/2015) sore di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta. Jika selama ini upacara pembukaan selalu dipusatkan di sisi utara alun-alun, kali ini pembukaan dilangsungkan di sisi barat, yang juga berhadapan langsung dengan Masjid Gedhe Kauman.

Dalam sambutannya, Gubernur DIY yang diwakili Asisten perekonomian dan pembangunan Setda DIY, Didik Purwadi menyatakan, perayaan sekaten adalah salah satu event rutin dengan ekspresi yang dinamis, namun tidak pernah meninggalkan ciri khas utamanya sebagai wujud perayaan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Perayaan seperti sekaten inilah yang sejatinya mempengaruhi keistimewaan di Yogyakarta. Karena memang sekaten tetap mampu berinovasi dengan keadaan jaman, namun tidak pernah lupa dengan kodratnya untuk memperingati Maulid dengan segala kekhasannya. Kita akan terus uri-uri (menjaga) kelestariannya," kata Didik, Jum'at (4/12).

Salah satu asisten Sri Sultan ini juga didaulat untuk membuka secara langsung perayaan Sekaten 2015, dengan seremoni pemotongan tali yang turut diiringi pemukulan gong secara bersamaan.

Sementara Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Gubernur DIY dalam hal ini Pemda DIY,  yang telah merestui penyelenggaraan Sekaten tahun ini, yang tetap dipusatkan di Alun-alun Utara Yogyakarta, meskipun di sekitar lokasi ini (titik nol) masih dilaksanakan proyek revitalisasi.

"Kami juga haturkan terima kasih atas izin dan penggunaan area alun-alun utara ini dengan segala rangakaiannya, untuk tetap menggelar PMPS, yang telah menjadi acara tahunan di kota Yogyakarta," papar Walikota.

Sekaten tahun ini sendiri hanya digelar selama 21 hari, mulai tanggal 4 hingga 24 Desember 2015 mendatang. Haryadi pun mengakui proyek revitalisasi di titik nol ikut berpengaruh terhadap singkatnya durasi PMPS, yang akan berdampak pada kepadatan lalu lintas. Selain itu juga agar event ini lebih fokus pada perayaan inti yakni Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan tema yang diangkat kali ini adalah "Harmoni budaya, ekonomi, dan religi untuk Jogja Istimewa".

Acara pembukaan juga turut menghadirkan sendratari "Sego Gurih Tampah" yang diperankan siswa/i SMK N 1 Kasihan Bantul.

Secara total, Sekaten 2015 diikuti 483 stand, dimana 80% diantaranya merupakan stand produk UKM dan kerajinan lokal.

Azka Qintori

Selasa, 01 Desember 2015

Sekaten 1437 H Akan Digelar Lebih Singkat Dari Biasanya

 
YOGYAKARTA – Event tahunan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun 2015 atau 1437 H akan digelar lebih singkat dari biasanya. Tahun ini, PMPS hanya digelar selama 20 hari atau kurang lebih sekitar tiga minggu, yakni mulai 4 hingga 24 Desember 2015.

PAM Budaya, selaku pihak pengaman di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta, melalui Koordinator lapangan Adi Winarno menyatakan, Sekaten atau PMPS tahun ini memang sengaja dipersingkat jangka waktunya, untuk dapat menghemat biaya atau melakukan efisiensi dalam anggaran.

“Selama ini sekaten biasanya digelar selama 40 hari, untuk tahun ini memang pemerintah sengaja memendekkan waktunya menjadi setengahnya, karena memang kita ingin menghemat anggaran untuk proyek revitalisasi di titik nol sana, serta untuk lebih mensakralkan pada perayaan maulid-nya,” kata Adi saat ditemui SPJ.com di kantornya, Rabu (25/11).

Selain itu, lanjut Adi, dengan pemendekkan jadwal tersebut, pihak keamanan juga berupaya meminimalkan tindak pencurian yang selama ini kerap terjadi dalam pelaksanaan PMPS. “Misalnya ada penjual yang pasang harga tidak wajar, kan pasti akan membuat wisatawan bertanya-tanya, kok di Jogja ternyata mahal sekali? Kalo ada seperti itu harus kita usir pedagangnya,” tegas Adi.

Meskipun lebih singkat, namun Adi menjamin kegiatan transaksi jual-beli maupun arena permainan yang telah menjadi tradisi kuat Sekaten akan tetap ada seperti biasanya. “Untuk yang itu tidak akan ada perubahan, hanya perayaannya yang lebih difokuskan ke maulid-nya,” tambahnya.

Terkait keamanan sendiri, Adi menyatakan PAM Budaya telah menyiapkan kantung parkir baru di sekitar trotoar hingga pinggir Jalan Pekapalan, Alun-alun Utara. “Kami akan buat area parkiran lebih memanjang, dan tidak boleh memakai jalur Kraton. Walaupun resikonya jalanan akan jadi lebih macet, tapi yang kami inginkan agar prosesi Maulid-nya tidak terganggu banyaknya kendaraan yang parkir di sekitar lapangan,” ujar Adi.

Untuk saat ini, PMPS baru dalam tahap pemasangan tiang penyangga serta pengadaan alat permainan.

Azka Qintori